Tampilkan postingan dengan label PEMASARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMASARAN. Tampilkan semua postingan

Pelayanan Prima dalam Penjualan

 


Bab 6: Pelayanan Prima dalam Penjualan

Bab ini membahas pentingnya memberikan pelayanan terbaik (Pelayanan Prima) kepada pelanggan, yang tidak hanya berfungsi sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai strategi pemasaran yang efektif.

A. Pengertian Pelayanan Prima (Service Excellence)

Penjelasan Kontekstual: Pelayanan Prima atau Service Excellence adalah upaya bisnis untuk memberikan layanan terbaik dengan kualitas tinggi, bahkan melebihi harapan pelanggan. Dalam konteks penjualan, pelayanan prima adalah strategi marketing yang sangat efektif untuk mempertahankan pelanggan lama dan menarik pelanggan baru.

Dimensi Kualitas Pelayanan: Kualitas pelayanan adalah elemen pokok dalam penerapan pelayanan prima. Lima dimensi kualitas pelayanan (Servqual) yang sering digunakan (menurut Zeithaml) adalah:

  1. Tangibles (Bukti Langsung): Penampilan fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.
  2. Reliability (Keandalan): Kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan.
  3. Responsiveness (Daya Tanggap): Keinginan staf untuk membantu pelanggan dan memberikan layanan dengan tanggap.
  4. Assurance (Jaminan Kepastian): Mencakup pengetahuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya staf.
  5. Empathy (Empati): Kemudahan dalam hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan pemahaman kebutuhan pelanggan.

Contoh Penerapan Dimensi Kualitas:

  • Sebuah Mini Market memastikan bahwa petugas kasir (pegawai) berpenampilan rapi dan seragam (Tangibles) serta mampu memproses pembayaran dengan cepat dan akurat (Reliability).

B. Ruang Lingkup Pelayanan Prima

Ruang lingkup pelayanan prima tidak terbatas pada tindakan fisik, tetapi juga mencakup komunikasi lisan dan tertulis, serta dapat ditujukan untuk lingkungan internal maupun eksternal perusahaan.

Contoh Ruang Lingkup:

  • Lisan: Menyambut pelanggan dengan sapaan ramah dan sopan saat mereka memasuki toko.
  • Tertulis: Memberikan tanggapan cepat dan solutif terhadap keluhan pelanggan melalui email atau pesan di media sosial (seperti alur pelayanan di Traveloka pada Gambar 6.2).
  • Perbuatan: Pramuniaga membantu mengemaskan barang belanjaan dengan rapi dan nyaman untuk dibawa.

C. Arti Pentingnya Pelayanan Prima bagi Pelanggan

Penjelasan Kontekstual: Pelanggan adalah aset berharga bagi perusahaan yang dapat meningkatkan keuntungan dan pertumbuhan. Pelayanan prima dilakukan karena:

  1. Akan Diingat Konsumen: Pelayanan yang sangat baik akan meninggalkan kesan positif yang membuat pelanggan merasa tersanjung.
  2. Menunjukkan Kepedulian: Respons yang cepat terhadap kebutuhan pelanggan menunjukkan bahwa perusahaan peduli, yang berujung pada kepuasan.
  3. Berdampak pada Seluruh Bisnis: Kualitas pelayanan yang baik akan membuat pelanggan mengasumsikan bahwa produk yang dijual juga berkualitas baik, dan sebaliknya.
  4. Strategi Marketing yang Baik: Pelayanan yang baik menciptakan citra positif (image) perusahaan, yang menjadi strategi penting untuk meraih konsumen.
  5. Menarik dan Mempertahankan Pelanggan: Pelanggan yang puas akan merekomendasikan bisnis melalui promosi dari mulut ke mulut (power of mouth) kepada teman-temannya.

D. Konsep Pelayanan Prima (Konsep 3A)

Konsep 3A adalah pedoman utama dalam melaksanakan pelayanan prima:

  1. Attitude (Sikap):
    • Deskripsi: Penampilan diri yang serasi, rapi, bersih, serta sikap ramah, senyum, bersalam, dan hormat kepada pelanggan.
    • Contoh: Senyum, sapa, dan kontak mata saat pelanggan datang, serta kesopanan dalam berbicara.
  2. Attention (Perhatian):
    • Deskripsi: Memberikan perhatian penuh terhadap apa yang diinginkan, dibutuhkan, dan diharapkan pelanggan, termasuk mendengarkan dengan seksama dan melayani dengan cepat.
    • Contoh: Petugas pelayanan selalu berusaha mengingat dan mengenal pelanggan setia (seperti Ibu Ana dalam kasus di halaman 177).
  3. Action (Tindakan):
    • Deskripsi: Tindakan nyata untuk menindaklanjuti kebutuhan pelanggan, seperti mencatat pesanan, memastikan kebutuhan, mewujudkan kebutuhan, dan mengucapkan terima kasih.
    • Contoh: Pramuniaga mengingatkan pembeli tentang barang-barang lain yang mungkin lupa dibeli dan membantu mengemaskan barang belanjaan dengan sangat rapi.

E. Penggunaan Peralatan dan Perlengkapan Pendukung Pelayanan

Penjelasan Kontekstual: Pelayanan prima perlu didukung oleh sarana fisik dan peralatan modern untuk mempermudah, mempercepat, dan memberikan kenyamanan dalam transaksi.

Kategori

Definisi

Contoh

Peralatan (Equipment)

Alat bantu yang bersifat teknologi atau mesin, digunakan dalam proses layanan.

Komputer/Laptop, Mesin EDC (pembayaran non-tunai), Timbangan Digital, Barcode Scanner.

Perlengkapan (Supplies)

Benda-benda yang melengkapi peralatan, seringkali habis pakai.

Kantong plastik/kertas belanja, Brosur produk/promosi, Kartu Ucapan, Alat Tulis, Telepon/HP untuk komunikasi.

Export to Sheets

Contoh Kontekstual: Sebuah toko ritel menggunakan mesin EDC (Peralatan) untuk memfasilitasi pembayaran non-tunai dan memberikan kantong belanja premium (Perlengkapan) yang kokoh kepada pelanggan untuk menjamin kenyamanan membawa barang.

 

Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management)

 


I. Konsep Dasar CRM dan Loyalitas Pelanggan

1. Pengertian CRM (Manajemen Hubungan Pelanggan)

CRM adalah sebuah strategi bisnis komprehensif yang didukung oleh teknologi dan proses untuk mengelola, menganalisis, dan meningkatkan semua interaksi perusahaan dengan pelanggan saat ini dan potensial.

  • Tujuan Utama: Membangun dan mempertahankan hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan pelanggan untuk meningkatkan loyalitas, kepuasan, dan pada akhirnya, profitabilitas perusahaan.
  • Fokus: Berpindah dari fokus pada transaksi (penjualan sekali) menjadi fokus pada hubungan (nilai seumur hidup pelanggan/Customer Lifetime Value/CLV).

2. Pentingnya Loyalitas Pelanggan

Loyalitas Pelanggan adalah komitmen pelanggan untuk secara teratur membeli produk atau jasa dari merek yang sama, bahkan ketika dihadapkan pada upaya pemasaran dan daya tarik produk pesaing.

Kebutuhan Kontekstual (Mengapa Loyalitas Penting di Dunia Bisnis)

Biaya Lebih Rendah: Biaya mendapatkan pelanggan baru (acquisition cost) jauh lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan lama (retention cost).

Peningkatan Penjualan: Pelanggan loyal cenderung membeli lebih sering, membeli produk tambahan (cross-sell), atau membeli versi yang lebih mahal (upsell).

Pemasaran Gratis (Word of Mouth): Pelanggan loyal akan merekomendasikan produk/jasa Anda kepada orang lain (menjadi Brand Advocate).

Kurang Sensitif Harga: Pelanggan loyal lebih menerima kenaikan harga karena menghargai kualitas dan hubungan yang sudah terjalin.

Export to Sheets

Contoh Kontekstual:

  • Kasus: Sebuah warung kopi langganan Anda (A) dan warung kopi baru (B) menjual kopi dengan harga dan kualitas hampir sama.
  • Relevansi CRM: Jika Warung Kopi A selalu menyambut Anda dengan nama, mengingat pesanan kopi favorit Anda, dan memberi diskon 5% setelah 10 kali pembelian (program loyalitas), Anda cenderung memilih Warung Kopi A, menunjukkan loyalitas Anda, meskipun ada Warung B.

II. Komponen Kunci CRM

Penerapan CRM umumnya melibatkan tiga komponen utama:

Komponen CRM

Penjelasan Kontekstual

Contoh Praktis (Alat/Kegiatan)

1. Operasional (Operational CRM)

Otomatisasi proses bisnis yang berhadapan langsung dengan pelanggan, seperti penjualan, pemasaran, dan layanan.

Sistem Point of Sale (POS) yang mencatat transaksi harian, perangkat lunak Help Desk untuk tiket keluhan, atau email marketing automation.

2. Kolaboratif (Collaborative CRM)

Memastikan semua tim (Penjualan, Pemasaran, Layanan Pelanggan) memiliki akses informasi pelanggan yang sama dan terkoordinasi.

Basis data pelanggan terpusat (single view of the customer), sehingga sales tahu riwayat keluhan pelanggan, dan customer service tahu riwayat pembeliannya.

3. Analitis (Analytical CRM)

Menganalisis data pelanggan (perilaku, riwayat, preferensi) untuk mendapatkan wawasan dan membuat keputusan strategis.

Menganalisis data pembelian untuk mengetahui produk mana yang paling sering dibeli (tren), atau mengidentifikasi pelanggan yang berisiko pindah ke pesaing.

Export to Sheets

III. Strategi Membangun Loyalitas Pelanggan Melalui CRM

Loyalitas dibangun melalui serangkaian strategi yang konsisten. Dalam konteks pemasaran SMK, strategi ini perlu dipahami dan diterapkan.

1. Memahami dan Mempersonalisasi Pelanggan (Personalization)

  • Strategi: Gunakan data CRM (riwayat pembelian, tanggal ulang tahun, preferensi) untuk membuat interaksi terasa unik dan relevan.
  • Contoh Kontekstual:
    • Toko Ritel Online: Mengirimkan email penawaran khusus pada bulan ulang tahun pelanggan, atau merekomendasikan produk baru berdasarkan kategori produk yang sering ia beli.
    • Toko Sembako: Penjual mengingat nama pelanggan dan bertanya tentang kebutuhan spesifik mereka untuk minggu ini ("Ibu, stok beras yang Ibu suka sudah datang, mau sekalian ambil?").

2. Pelayanan Pelanggan yang Unggul (Excellent Customer Service)

  • Strategi: Responsif, konsisten, dan berempati dalam menangani pertanyaan, permintaan, atau keluhan. CRM membantu melacak riwayat interaksi sehingga tidak perlu mengulang cerita.
  • Contoh Kontekstual:
    • Penyedia Jasa Internet: Ketika pelanggan menelepon untuk komplain, petugas layanan pelanggan (CS) langsung dapat melihat riwayat keluhan sebelumnya, tidak perlu menanyakan detail dari awal. CS menyelesaikan masalah dengan cepat dan kemudian melakukan follow-up sehari setelahnya untuk memastikan masalah telah teratasi.

3. Program Loyalitas Efektif (Loyalty Programs)

  • Strategi: Memberikan penghargaan atau insentif kepada pelanggan yang melakukan pembelian berulang atau mencapai tingkat pembelian tertentu.
  • Contoh Kontekstual:
    • Toko Bakery: Program "Kartu Koleksi Stempel" – Setiap pembelian roti senilai Rp50.000,-, pelanggan mendapat 1 stempel. Setelah terkumpul 10 stempel, pelanggan berhak mendapatkan 1 roti gratis (hadiah terukur).
    • Aplikasi Transportasi/E-commerce: Tingkatan keanggotaan (Tiered Membership) seperti Silver, Gold, Platinum, di mana pelanggan Platinum mendapatkan diskon lebih besar, layanan CS prioritas, atau hadiah eksklusif.

4. Komunikasi Dua Arah dan Pengumpulan Umpan Balik (Feedback Loop)

  • Strategi: Membuka saluran komunikasi untuk mendengarkan pelanggan dan bertindak berdasarkan masukan mereka. Pelanggan merasa dihargai.
  • Contoh Kontekstual:
    • Restoran Cepat Saji: Mengirimkan survei singkat melalui email/WhatsApp setelah kunjungan, dan memberikan voucher diskon sebagai imbalan. Jika ada kritik, manajer langsung menghubungi pelanggan untuk meminta maaf dan menawarkan solusi.
    • Media Sosial: Aktif merespons komentar dan pesan (Direct Message) pelanggan dengan cepat dan ramah, mengubah saran pelanggan menjadi perbaikan produk (misalnya, menambahkan varian rasa baru).

5. Menciptakan Nilai Lebih (Added Value)

  • Strategi: Memberikan sesuatu yang lebih dari sekadar produk utama, yang tidak diberikan oleh pesaing, untuk memperkuat ikatan emosional.
  • Contoh Kontekstual:
    • Toko Alat Tulis: Setelah pembelian alat lukis, toko memberikan akses gratis ke tutorial melukis daring (online) eksklusif atau webinar singkat.
    • Bengkel Motor: Selain jasa servis, bengkel memberikan layanan cuci motor gratis atau cek tekanan ban gratis sebulan sekali bagi pelanggan yang sudah servis 3 kali.

IV. Indikator Keberhasilan Loyalitas (Cara Mengukurnya)

Sebagai anak SMK Pemasaran, Anda harus tahu cara mengukur keberhasilan strategi CRM.

Indikator

Pengertian

Relevansi Kontekstual

Tingkat Retensi Pelanggan (Customer Retention Rate - CRR)

Persentase pelanggan yang tetap menjadi pelanggan selama periode waktu tertentu.

Contoh: Dari 100 pelanggan di awal bulan, 90 pelanggan melakukan pembelian ulang di akhir bulan. (CRR = 90%)

Frekuensi Pembelian Ulang (Repeat Purchase Rate)

Seberapa sering pelanggan kembali membeli.

Contoh: Pelanggan A biasanya membeli seminggu sekali, setelah program loyalitas, ia membeli dua kali seminggu.

Nilai Seumur Hidup Pelanggan (Customer Lifetime Value - CLV)

Total pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh satu pelanggan selama ia berhubungan dengan perusahaan.

Contoh: Pelanggan yang loyal selama 5 tahun dengan rata-rata belanja Rp300.000,-/bulan memiliki CLV yang lebih tinggi daripada pelanggan yang hanya belanja sekali.

Net Promoter Score (NPS)

Mengukur kemungkinan pelanggan merekomendasikan produk/jasa Anda kepada orang lain (menjadi Brand Advocate).

Contoh: Survei singkat: "Seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan kami kepada teman/kolega Anda? (Skala 0-10)".

Export to Sheets


Catatan untuk Siswa SMK:

  • CRM bukan hanya tentang software atau aplikasi, tetapi merupakan filosofi bisnis yang menempatkan pelanggan sebagai pusat dari semua kegiatan.
  • Dalam bisnis kecil/UMKM, CRM bisa dimulai dengan sederhana, seperti mencatat nama pelanggan, tanggal lahir, dan preferensi di buku catatan atau spreadsheet, dan kemudian ditingkatkan dengan teknologi seiring pertumbuhan usaha.

 

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

 


I. Konsep Dasar Bauran Pemasaran

Bauran Pemasaran (Marketing Mix) adalah sekumpulan alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dari pasar sasaran. Konsep ini adalah kerangka kerja utama bagi setiap manajer pemasaran untuk merancang strategi.

Marketing Mix ibarat "resep rahasia" perusahaan. Sama seperti koki yang mencampur bahan-bahan untuk menciptakan hidangan sempurna, pemasar mencampur elemen-elemen ini untuk menciptakan penawaran yang menarik bagi pelanggan.

A. Dua Model Utama: 4P dan 7P

Model

Fokus Utama

Elemen

Penerapan Kontekstual di SMK

4P

Produk Fisik (Barang)

Product, Price, Place, Promotion

Ideal untuk bisnis ritel, makanan/minuman kemasan, atau barang konsumen (FMCG).

7P

Produk Jasa & Ritel

4P + People, Process, Physical Evidence

Wajib dipelajari untuk bisnis jasa (salon, travel, kursus) atau ritel/toko yang melibatkan layanan pelanggan.

Export to Sheets


II. Bauran Pemasaran 4P: Pilar Utama

Model 4P fokus pada sudut pandang perusahaan tentang bagaimana mereka bisa memasarkan produknya.

1. Product (Produk) 🎁

Ini adalah inti dari penawaran Anda—segala sesuatu yang ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.

Aspek Produk

Penjelasan Kontekstual

Contoh (Konsep untuk SMK)

Kualitas & Fitur

Apa keunggulan dan fungsi utama produk Anda? (Misalnya: bahan baku, daya tahan, spesifikasi teknis).

Produk kerajinan siswa: Kualitas kayu jati Belanda, fitur rak yang bisa dilipat, tahan air.

Branding & Kemasan

Nama merek, logo, dan desain yang membedakan. Kemasan harus fungsional (melindungi) dan komunikatif (menarik).

Merek "Kopi Senja" dengan logo siluet gunung, kemasan pouch aluminium ramah lingkungan.

Layanan Pelengkap

Garansi, layanan purna jual, dan dukungan pelanggan. Ini penting untuk meningkatkan nilai.

Garansi 30 hari untuk kerusakan pada produk elektronik kecil buatan siswa.

Export to Sheets

2. Price (Harga) 💰

Harga adalah nilai tukar yang harus dibayar pelanggan untuk mendapatkan produk. Ini adalah satu-satunya elemen dari Marketing Mix yang menghasilkan pendapatan, sementara yang lain adalah biaya.

Strategi Harga

Penjelasan Kontekstual

Contoh (Konsep untuk SMK)

Penetapan Harga Berbasis Biaya (Cost-Plus)

Menentukan harga dari total biaya produksi, lalu ditambahkan dengan persentase keuntungan yang diinginkan.

Biaya membuat satu kue Rp10.000. Target laba 20%. Harga jual = Rp12.000.

Penetapan Harga Kompetitif (Competitive Pricing)

Menentukan harga berdasarkan harga pesaing di pasar.

Harga es kopi susu pesaing Rp18.000. Kita menetapkan harga Rp17.000 untuk menarik pelanggan.

Penetapan Harga Berbasis Nilai (Value-Based Pricing)

Menentukan harga berdasarkan persepsi nilai produk di mata pelanggan, bukan biaya produksi.

Jam tangan merek A lebih mahal dari merek B, karena merek A memiliki persepsi status sosial yang lebih tinggi.

Export to Sheets

3. Place (Tempat/Saluran Distribusi) 📍

Elemen ini memastikan produk tersedia bagi pelanggan saat mereka membutuhkannya. Ini mencakup lokasi fisik, logistik, dan saluran distribusi.

Saluran Distribusi

Penjelasan Kontekstual

Contoh (Konsep untuk SMK)

Saluran Langsung

Produk dijual langsung dari produsen ke konsumen tanpa perantara.

Siswa menjual kue di kantin sekolah atau melalui akun media sosial langsung.

Saluran Tidak Langsung

Melalui perantara seperti reseller, distributor, atau toko ritel.

Produk dititipkan di toko oleh-oleh lokal atau dijual melalui aplikasi e-commerce.

Logistik & Lokasi

Ketersediaan stok, gudang, dan penentuan lokasi toko fisik yang strategis (mudah diakses, dekat keramaian, dll.).

Toko didirikan di dekat gerbang masuk/keluar mal agar mudah dijangkau pembeli.

Export to Sheets

4. Promotion (Promosi) 📣

Promosi adalah aktivitas untuk mengomunikasikan produk, membangun kesadaran merek, dan membujuk target pasar untuk membeli.

Alat Promosi Utama

Penjelasan Kontekstual

Contoh (Konsep untuk SMK)

Periklanan (Advertising)

Komunikasi berbayar non-personal (iklan di media sosial, Google Ads, baliho).

Iklan video singkat di TikTok/Instagram yang menargetkan remaja.

Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian (diskon, kupon, buy 1 get 1).

Diskon 50% untuk pembelian kedua dalam rangka ulang tahun toko.

Hubungan Masyarakat (Public Relations/PR)

Membangun citra positif melalui media dan kegiatan tidak berbayar (liputan berita, sponsor acara).

Mendonasikan sebagian keuntungan kepada panti asuhan, lalu diliput di media sosial sekolah.

Penjualan Personal (Personal Selling)

Interaksi tatap muka dengan calon pembeli (pelayan toko, sales).

Siswa sales di pameran produk menjelaskan produk kerajinan secara langsung.

Export to Sheets


III. Bauran Pemasaran 7P: Khusus untuk Jasa

Untuk bisnis jasa, tiga elemen tambahan sangat penting karena pelanggan terlibat langsung dalam proses dan menilai berdasarkan pengalaman.

5. People (Orang) 👨‍💼

Elemen ini mengacu pada semua orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses layanan, yaitu karyawan Anda.

  • Pentingnya: Dalam bisnis jasa, karyawan adalah "wajah" dari perusahaan. Pelanggan menilai kualitas layanan berdasarkan interaksi dengan karyawan.
  • Aplikasi SMK: Pastikan waiter di kafe siswa ramah, informatif, dan berpakaian rapi. Pelatihan (training) senyum, sapa, dan sopan wajib diberikan.

6. Process (Proses) ⚙️

Ini adalah mekanisme, prosedur, dan alur kerja yang digunakan untuk menyampaikan jasa kepada pelanggan.

  • Pentingnya: Proses yang baik memastikan konsistensi dan efisiensi layanan. Contohnya, proses check-in di hotel, proses order di restoran, atau proses pengajuan klaim.
  • Aplikasi SMK: Membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) yang jelas: "Semua pesanan makanan harus keluar dari dapur maksimal 15 menit setelah dipesan."

7. Physical Evidence (Bukti Fisik) 🛋️

Karena jasa tidak berwujud, pelanggan mencari bukti nyata (fisik) untuk menilai kualitasnya.

  • Pentingnya: Bukti fisik mencakup lingkungan tempat jasa diberikan (servicescape) dan barang-barang berwujud yang menyertai layanan.
  • Aplikasi SMK:
    • Lingkungan: Desain interior kafe yang nyaman, kebersihan toilet, musik latar yang sesuai.
    • Berwujud: Seragam karyawan yang bersih, menu yang dicetak premium, kwitansi yang profesional.

IV. Latihan Kasus Kontekstual untuk Siswa

Kasus: Kedai Kopi "Kopi Muda" milik Siswa Jurusan Pemasaran

Anda adalah tim pemasaran dari "Kopi Muda." Tentukan elemen Marketing Mix 7P Anda:

Elemen

Strategi Kopi Muda

Keterangan

Product

Menu kopi signature dengan nama unik ("Kopi Tugas Malam"), menyediakan power outlet dan Wi-Fi cepat.

Menawarkan bukan hanya minuman, tapi juga tempat nongkrong dan work space.

Price

Harga kompetitif di bawah harga coffee shop besar, dengan program loyalitas kartu stempel digital.

Menargetkan siswa/mahasiswa dengan daya beli menengah.

Place

Lokasi dekat kampus/sekolah, juga tersedia di aplikasi ojek online (GoFood/GrabFood).

Memaksimalkan jangkauan fisik dan digital.

Promotion

Giveaway setiap Jumat, kolaborasi dengan content creator lokal, dan iklan yang berfokus pada fitur Wi-Fi/tempat nongkrong.

Memanfaatkan media sosial yang populer di kalangan remaja.

People

Barista dilatih untuk mengingat nama pelanggan reguler (personalized service) dan memiliki pengetahuan kopi yang mendalam.

Kualitas layanan personal yang tinggi meningkatkan loyalitas.

Process

Menggunakan sistem digital untuk pemesanan yang langsung terhubung ke Barista (paperless), memangkas waktu tunggu pesanan.

Memastikan layanan cepat dan minim kesalahan.

Physical Evidence

Desain interior minimalis dengan banyak tanaman hijau, seragam Barista stylish, dan gelas/cangkir dengan logo merek yang jelas.

Menciptakan suasana yang "instagramable" dan memberikan kesan profesional.

 

Pelayanan Prima dalam Penjualan