Bab 6: Pelayanan
Prima dalam Penjualan
Bab ini membahas
pentingnya memberikan pelayanan terbaik (Pelayanan Prima) kepada pelanggan,
yang tidak hanya berfungsi sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai
strategi pemasaran yang efektif.
A. Pengertian
Pelayanan Prima (Service Excellence)
Penjelasan
Kontekstual: Pelayanan Prima
atau Service Excellence adalah upaya bisnis untuk memberikan layanan
terbaik dengan kualitas tinggi, bahkan melebihi harapan pelanggan. Dalam
konteks penjualan, pelayanan prima adalah strategi marketing yang sangat
efektif untuk mempertahankan pelanggan lama dan menarik pelanggan baru.
Dimensi Kualitas
Pelayanan: Kualitas pelayanan
adalah elemen pokok dalam penerapan pelayanan prima. Lima dimensi kualitas
pelayanan (Servqual) yang sering digunakan (menurut Zeithaml) adalah:
- Tangibles (Bukti Langsung): Penampilan
fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.
- Reliability (Keandalan): Kemampuan memberikan
pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan.
- Responsiveness (Daya Tanggap): Keinginan staf
untuk membantu pelanggan dan memberikan layanan dengan tanggap.
- Assurance (Jaminan Kepastian): Mencakup
pengetahuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya staf.
- Empathy (Empati): Kemudahan dalam
hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan pemahaman kebutuhan
pelanggan.
Contoh Penerapan
Dimensi Kualitas:
- Sebuah Mini Market memastikan bahwa petugas kasir (pegawai)
berpenampilan rapi dan seragam (Tangibles) serta mampu
memproses pembayaran dengan cepat dan akurat (Reliability).
B. Ruang Lingkup
Pelayanan Prima
Ruang lingkup
pelayanan prima tidak terbatas pada tindakan fisik, tetapi juga mencakup
komunikasi lisan dan tertulis, serta dapat ditujukan untuk
lingkungan internal maupun eksternal perusahaan.
Contoh Ruang
Lingkup:
- Lisan: Menyambut pelanggan dengan sapaan ramah dan sopan saat mereka
memasuki toko.
- Tertulis: Memberikan tanggapan cepat dan solutif
terhadap keluhan pelanggan melalui email atau pesan di media sosial
(seperti alur pelayanan di Traveloka pada Gambar 6.2).
- Perbuatan: Pramuniaga membantu mengemaskan barang
belanjaan dengan rapi dan nyaman untuk dibawa.
C. Arti Pentingnya
Pelayanan Prima bagi Pelanggan
Penjelasan
Kontekstual: Pelanggan adalah aset
berharga bagi perusahaan yang dapat meningkatkan keuntungan dan pertumbuhan.
Pelayanan prima dilakukan karena:
- Akan Diingat Konsumen: Pelayanan yang sangat baik akan
meninggalkan kesan positif yang membuat pelanggan merasa tersanjung.
- Menunjukkan Kepedulian: Respons yang cepat terhadap kebutuhan
pelanggan menunjukkan bahwa perusahaan peduli, yang berujung pada kepuasan.
- Berdampak pada Seluruh Bisnis: Kualitas pelayanan yang baik akan membuat
pelanggan mengasumsikan bahwa produk yang dijual juga berkualitas baik,
dan sebaliknya.
- Strategi Marketing yang Baik: Pelayanan yang baik menciptakan citra
positif (image) perusahaan, yang menjadi strategi penting untuk
meraih konsumen.
- Menarik dan Mempertahankan Pelanggan: Pelanggan yang puas akan merekomendasikan
bisnis melalui promosi dari mulut ke mulut (power of mouth) kepada
teman-temannya.
D. Konsep Pelayanan
Prima (Konsep 3A)
Konsep 3A adalah
pedoman utama dalam melaksanakan pelayanan prima:
- Attitude (Sikap):
- Deskripsi: Penampilan diri yang serasi, rapi,
bersih, serta sikap ramah, senyum, bersalam, dan hormat kepada pelanggan.
- Contoh: Senyum, sapa, dan kontak mata saat pelanggan datang, serta
kesopanan dalam berbicara.
- Attention (Perhatian):
- Deskripsi: Memberikan perhatian penuh terhadap apa
yang diinginkan, dibutuhkan, dan diharapkan pelanggan, termasuk
mendengarkan dengan seksama dan melayani dengan cepat.
- Contoh: Petugas pelayanan selalu berusaha mengingat dan mengenal
pelanggan setia (seperti Ibu Ana dalam kasus di halaman 177).
- Action (Tindakan):
- Deskripsi: Tindakan nyata untuk menindaklanjuti
kebutuhan pelanggan, seperti mencatat pesanan, memastikan kebutuhan,
mewujudkan kebutuhan, dan mengucapkan terima kasih.
- Contoh: Pramuniaga mengingatkan pembeli tentang barang-barang lain yang
mungkin lupa dibeli dan membantu mengemaskan barang belanjaan dengan
sangat rapi.
E. Penggunaan
Peralatan dan Perlengkapan Pendukung Pelayanan
Penjelasan
Kontekstual: Pelayanan prima
perlu didukung oleh sarana fisik dan peralatan modern untuk
mempermudah, mempercepat, dan memberikan kenyamanan dalam transaksi.
|
Kategori |
Definisi |
Contoh |
|
Peralatan (Equipment) |
Alat bantu yang bersifat teknologi atau
mesin, digunakan dalam proses layanan. |
Komputer/Laptop, Mesin EDC (pembayaran
non-tunai), Timbangan Digital, Barcode Scanner. |
|
Perlengkapan (Supplies) |
Benda-benda yang melengkapi peralatan,
seringkali habis pakai. |
Kantong plastik/kertas belanja, Brosur
produk/promosi, Kartu Ucapan, Alat Tulis, Telepon/HP untuk komunikasi. |
Export to Sheets
Contoh Kontekstual: Sebuah toko ritel menggunakan mesin EDC
(Peralatan) untuk memfasilitasi pembayaran non-tunai dan memberikan kantong
belanja premium (Perlengkapan) yang kokoh kepada pelanggan untuk
menjamin kenyamanan membawa barang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.